5 HIZBUT TAHRIR MENYANDARKAN SIKAP SYIRIK TERHADAP NABI IBRAHIM. Saudara seislam sekaliantidak cukup HT menafikan kemaksuman Anbya' dari kekufuran sebelum kenabian, kini HT sanggup menyandarkan sikap seakan syirik terhadap nabi Ibrahim.Ketahuilah bahawa Nabi Ibrahim tidak pernah bersikap seakan bulan itu tuhan!
kitabal Hadzr wa at-Tahdzir min Hizb at-Tahrir yang dikeluarkan Darul Fatwa Australia (Majelis Ulama Australia) yang mengungkap ajaran-ajaran Hizbut Tahrir Skip to main content. Due to a planned power outage on Friday, 1/14, between 8am-1pm PST, some services may be impacted.
Merekasudah tua-tua. Mereka menyaksikan sendiri, bagaimana Hizbut Tahrir masuk ke Indonesia dengan cara-cara yang tidak baik.
PENYIMPANGANHIZBUT TAHRIR Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang telah dibubarkan secara resmi oleh pemerintahan indonesia. Ya, mereka lah sekte yang selama ini dikenal sebagai organisasi yang
PENYIMPANGANHIZBUT TAHRIR Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Yang telah dibubarkan secara resmi oleh pemerintahan indonesia.sebagian negara lain Ya, mereka lah sekte yang selama ini dikenal sebagai
PenyimpanganHizbut Tahrir. . Kesesatan Akidah Hizbut Tahrir. Membahas Hizbut Tahrir haruslah mengetahui tentang Mu'tazilah. Hal ini penting karena firqah ini tidaklah segan-segan untuk berdusta dan berlaku keji dengan menisbatkan diri bahwa manhaj yang mereka tempuh adalah manhaj jumhur Ahlul Ilmi sebagaimana perkataannya : "Jumhur kaum
.
Hizbut Tahrir Hizbut Tahrir Indonesia telah resmi dibubarkan oleh pemerintah melalui Perppu Ormas No. 02 Tahun 2017. Organisasi politik itu telah terbukti menentang ideologi Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Namun meski demikian, ideologinya tidak bisa hilang begitu saja. Keahlian para eks tokoh HTI dalam berkamuflase tetap membuat mereka membuat gaduh di tengah masyarakat, meski tak lagi memiliki badan hukum. Zuly Qodir menyebut, organisasi yang hendak merampas kekuasaan dengan menjual nama syariah itu telah menyebar ke organ-organ ormas lain, seperti NU, Muhammadiyah, masjid-masjid kampus, dan jamaah-jamaah di kampung. Salah satu buktinya, dalam salah satu Muktamar Muhammadiyah, Al Khattath Ketua HTI yang menjadi peserta Muktamar dari Jakarta, menjelek-jelekkan pemuda Muhammadiyah yang bergabung dalam Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah. Di balik pengatasnamaan agama oleh tokoh-tokoh HTI, ternyata banyak hal yang disimpangkan oleh HTI. Akidah dan ajaran Islam banyak diselewengkan oleh pengusung khilafah ini. Yang paling kentara dari penyimpangannya adalah mereka, untuk mendukung misi politisnya, menggunakan pemahaman syarโi meski bertentangan dengan pendapat masyhurnya ulama. Misalnya, mereka meminta agar kaum muslimin berijtihad dalam mengkaji syariat secara terus-menerus. Meski terjadi ambivalensi, satu sisi mereka kampanye syariat kaffah. Di sisi lain mereka berijtihad dengan pemikiranny. HTI juga melakukan penyimpanan, dengan menolak ijmaโ kecuali ijma sahabat dan juga menolak illat alasan rasional sebagai basis analogi/qiyas. Beberapa publikasi HTI guna mengkampanyekan penyimpangan ajaran Islam antara lain; At-Takattu al-Hizb formasi partai, Al-Syakhsiyyah al-Islamiyyah cara hidup sesuai Islam, Nudhom al-Islam aturan Islam, Mafahim Hizbut Tahrir konsep-konsep organisasi pembebasan, Nazharat Siyasiyah Lil Hizbut Tahrir refleksi politis organisasi pembebasan, Kaifa Hudimat al-Khilafah bagaimana khilafah dihancurkan, dan lain sebagainya. Salah satu bukti penyimpangan akidah HTI, dalam kitab As-Syakhsiyah al-Islamiyah juz 1 halaman 71-72 dikatakan, โsemua perbuatan manusia tidak ada campur tangan Allah qadhanya Allah sehingga mereka bebas untuk menentukan kemauan dan keinginannya sendiri. Pada halaman ke 74 di dalam kitab yang sama, HTI juga menyimpangkan akidah dengan berujar, โmengaitkan pahala atau siksa Allah dengan hidayah atau kesesatan menunjukkan bahwa hidayah atau kesesatan adalah perbuatan manusia sendiri, bukan dari Allah SWTโ. HTI pada posisi ini menolak teori qadha dan qadar yang diyakini oleh ulama masyhur Ahlussunah wal Jamaโah. Ditegaskan oleh Sheikh Muhammad Abdul al-Syiโbi, salah seorang ulama Ahlussunah wal Jamaโah, bahwa pendiri Hizbut Tahrir, Taqiyuddin an-Nabhani, telah mengaku-ngaku sebagai Mujtahid mutlak. Ia juga telah menyelewengkan ayat-ayat Al-Qurโan, hadis, dan menolak ijmaโ. Penegasan ini semakin membuktikan bahwa Hizbut Tahrir memang bukan gerakan keagamaan, bahkan bukan mengkampanyekan syariat Islam yang sebenarnya, akan tetapi murni politik untuk mencari kekuasaan. Dikutip oleh Zuly Qodir dalam buku โPKS dan HTI Menuai Kritikโ, HTI juga tercatat telah nerfatwa tentang pergaulan yang bertentangan dengan konsep akhlak-akhlak mulia Makarim al-Akhlak. Dalam salah satu edaranfatwanya, di tahun 1960 mereka menulis, โTidak haram hukummya berjalan dengan tujuan akan berzina atau berbuat mesum dengan seseorang. Yang tergolong kemaksiatan hanyalah perbuatannya zinanyaโ. Padahal, QS. Al-Isra ayat 32 secara sarih menyebut larangan untuk mendekati zina. Dan, masyhurnya ulama Ahlussunah wal Jamaโah menegaskan, segala perbuatan yang mendekati pada zina adalah haram. Dalam hal ini maka termasuk langkah atau jalan untuk menuju perbuatan yang dilarang agama tersebut. Selanjutnya, dalam edaran fatwa Hizbut Tahrir tergenggam 14 Rabiul Awal 1390 H, para pemimpin Hizbut Tahrir menghalalkan perbuatan berciuman meskipun disertai dengan syahwat. Sedangkan dalam edaran fatwa tanggal 8 Muharram 1390 H, dikatakan bahwa barang siapa mencium orang yang baru datang dari bepergian, baik laki-laki atau perempuan, walau tidak untuk melakukan zina, maka hukumnya adalah halal. Betapa mengerikannya penyimpangan Hizbut Tahrir atas ajaran Islam. Tidak hanya menyimpang dari mayoritas ulama, tetapi juga dengan Al-Qurโan. Mereka terlalu ceroboh memahami Islam, menganggap enteng, sehingga siapapun dari pemimpinnya yang melakukan ijtihad dianggap Mujtahid Mutlaq, sehingga pendapatannya itu tak boleh menurutnya dikritisi, walau bertentangan dengan akidah. Sebagai bangsa Indonesia yang menganut ajaran Islam mazhab Ahlussunah wal Jamaโah kita semua perlu sadar akan bahaya HIzbut Tahrir/HTI. Bahayanya bukan hanya akan merekam persendian bangsa yang akan digerogoti ideologinya dengan khilafah, akan tetapi juga merusak keimanan dan akidah umat secara ideologis. Penyimpangan ajaran dan akidah Hizbut Tahrir tak bisa dibiarkan merambah ke masyarakat. Harus dibendung dengan cara mewaspadai secara seksama gerakan dan pemahaman yang mencurigakan, baik di organisasi-organisasi, kampus-kampus, maupun pengajian umum. Penyimpanan ajaran dan akidah Hizbut Tahrir hanya akan membuat keimanan seseorang keropos tanpa pahala.[]
Laporan Wartawan Amriyono Prakoso JAKARTA - Hizbut Tahrir Indonesia HTI dinyatakan terbukti telah menyebarkan ajaran yang bertentangan dengan ajaran Pancasila. Hal itu dibuktikan dalam dua kegiatan HTI selama ini. Bagi hakim, apabila ajaran HTI hanya sebatas ide atau gagasan, dapat diperbolehkan. Tetapi, HTI sudah melakukan penyebaran ajarannya baik di Kampus, maupun di masyarakat. Kegiatan pertama, yakni, Muktamar Khilafah yang diselenggarakan di Gelora Bung Karno pada 2013 lalu. Dalam Muktamar hadir para tokoh ulama dari berbagai negara-negara yang mayoritas berpenduduk muslim. Kegiatan kedua, yaitu, pembaiatan ribuan mahasiswa Institut Pertanian Bogor melalui lembaga dakwah kampus untuk menjadi anggota HTI. "Dari dua kegiatan tersebut, membuktikan bahwa HTI telah melakukan kegiatan penyebaran ajaran yang bertentangan dengan Pancasila," tegas Hakim Ketua PTUN, Tri Cahya Indra Permana saat persidangan, Jakarta, Senin 7/5/2018. Ajaran yang dimaksud adalah ajaran Khilafah Islamiyyah yang menginginkan adanya satu sistem kenegaraan yang sama di seluruh penjuru dunia. Hal itu, menurut hakim, jelas bertentangan dengan nilai Pancasila. Dengan demikian, hakim menolak seluruh gugatan yang dilayangkan oleg HTI dan memutuskan bahwa surat pembubaran ormas HTI oleh Kemenkumham adalah sah.
Foto picture alliance/dpa/ kaum Muslim yang tidak paham seluk-beluk Hizbut Tahrir HT, termasuk cabangnya di Indonesia Hizbut Tahrir Indonesia, mereka mungkin akan menganggap kalau HT adalah pejuang dan pembela agama Islam dan kaum Muslim yang bertujuan untuk menegakkan nilai-nilai keislaman secara murni dan konsekuen di muka bumi. Bahkan fanatikus HT menganggap HT sebagai satu-satunya organisasi keislaman di jagat raya ini yang spirit dan praktik perjuangannya sesuai dengan petunjuk / isyarat dalam ayat Al-Qur'an dan Hadis Nabi. Padahal, realitasnya tidak demikian. Pandangan dan praktik sosial-politik-keagamaan HT penuh dengan ambivalensi atau bahkan hipokrisi, serta jauh dari klaim mereka sebagai "pembela umat Islamโ dan "pejuang Islam yang lurus dan murniโ. Mari kita lihat dan buktikan kenapa klaim "perjuangan dan jihadโ HT termasuk HTI penuh dengan ambiguitas dan kemunafikan. Pertama, HT mengklaim sebagai pejuang umat Islam sejati dengan menjadikan rujukan aksi-aksi rutin mereka yang membela Palestina dari aneksasi rezim Israel. Pertanyaannya? Betulkah pembelaan terhadap Palestina itu sama dengan pembelaan terhadap agama dan umat Islam dari serbuan non-Muslim Yahudi?Penulis Sumanto al Qurtuby Foto S. al Qurtuby Bagi yang paham sejarah konflik Israel-Palestina serta peta demografi dan geo-kultural Palestina, klaim HT itu tampak ironis dan menggelikan. Hal itu disebabkan 1 kelompok yang terlibat dalam konflik dan kekerasan Isarel-Palestina itu sangat kompleks melibatkan berbagai komunitas agama, tidak semata-mata Yahudi versus Muslim. Di kubu Palestina, selain umat Islam, juga terdapat umat Kristen dari berbagai denominasi yang juga turut berjuang dan menjadi korban kekerasan. Itulah sebabnya, di Palestina, Kristen-Muslim berkoalisi melawan rezim militan Israel, dan memang banyak tokoh Kristen Palestina seperti Abuna Elias Chacour yang membela warga Palestina. Sementara itu di kubu Israel, selain militan Yahudi tentunya, juga terdapat sekelompok Arab Muslim, Druze, dan Baha'i. Ada sekitar 20 persen populasi Arab di Israel. Umat Druze, Baha'i, dan Kristen juga cukup signifikan di Israel. Menariknya tidak semua umat Yahudi itu pro-aneksasi atas Palestina. Kelompok Yahudi Heredi dan Lev Tahor misalnya sangat pro-Palestina dan anti terhadap gerakan Zionisme. Demikian juga kaum kiri di Israel seperti kelompok Komunis-Marxis yang juga pro-Palestina. Bukan kekerasan agama Jadi, konflik Israel-Palestina itu sama sekali bukan kekerasan berbasis agama. Pondasi kekerasan Israel-Palestina adalah klaim atas warisan sejarah, aset kultural, dan hak ulayat tanah atau teritori. Untuk mewujudkan impiannya sebagai "pemilik yang sahโ atas tanah, teritori, kebudayaan, dan sejarah tersebut, sebagian kelompok Islamis di Palestina memanipulasi dan mengeksploitasi teks, doktrin, dan wacana keislaman. Hal yang sama juga dilakukan oleh faksi militan Yahudi khususnya kaum Zionis yang memanipulasi dan mengeksploitasi teks, doktrin, dan wacana keyahudian, selain membangkitkan kembali memori dan sejarah penderitaan Yahudi, khususnya di era Holocaust Hitler dan Nazi. Konflik Israel-Palestina paling parah terjadi pada 1948 dimana Israel berhasil menghalau koalisi sejumlah negara Arab. Pendirian HTdilatarbelakangi oleh frustasi Taqiyuddin al-Nabhani ideolog dan pendiri HT atas kekalahan "aliansi Arabโ dalam membela Palestina dari gempuran Israel. Dari sinilah maka tidak mengherankan kenapa HT dan jaringan internasionalnya termasuk HTI selalu membela Palestina serta membuat propaganda anti-Israel, Yahudi, Zionis, dan sekutunya. Tetapi kemudian menjadi lucu ketika para aktivis dan simpatisan HT mengadakan berbagai aksi pembelaan atas Palestina kemudian diembel-embeli pembelaan terhadap agama Islam dan umatnya. Lebih lucu lagi jaringan internasional HT yang juga ikut-ikutan membela Palestina meskipun tidak memiliki sangkut paut dan ikatan kesejarahan dengan Palestina. Jika memang benar bahwa mereka mengklaim memperjuangkan nasib umat Islam tanpa pandang bulu, kenapa mereka tidak pernah membela umat Islam Kurdi, Darfur, Yaman, Irak, Suriah, dlsb yang juga mengalami penderitaan lahir-batin? Kedua, ironi dan ambivalensi HT berikutnya adalah mereka bersikeras memperjuangkan "nasionalismeโ Bangsa Palestina tetapi tak pernah peduli dengan nasib bangsa-bangsa Muslim lain yang berjuang untuk memperoleh kedaulatan negara misalnya Darfur, Kurdi, atau Rohingya. Lucunya, kelompok HT internasional mengharamkan aksi dan gerakan nasionalisme di negara masing-masing karena dianggap tidak ada dalilnya tetapi getol membela perjuangan nasionalisme Bangsa Palestina. Selanjutnya, ketiga, aktivis HT mengklaim membela dan pro-umat Islam tapi pada saat yang sama mereka antipati terhadap pemerintah dan negara-negara mayoritas Muslim karena dianggap tidak Islami lantaran tidak menerapkan "sistem khilafahโ sebagai sistem politik-pemerintahan mereka. Bukan hanya itu saja, para fanatikus HT juga mengritik para ulama dan ormas-ormas keislaman yang menolak ide sistem khilafah. Penolakan HT atas semua sistem politik-pemerintahan yang diterapkan oleh negara-negara mayoritas berpenduduk Muslim itulah yang menyebabkan kenapa orpol ini ditolak dan diharamkan di berbagai negara mayoritas berpenduduk Muslim, termasuk negara-negara di Timur Tengah. Alasan lain karena berbagai rezim politik-pemerintahan di Timur Tengah menganggap ataupun mencurigai Taqiyuddin al-Nabhani menyimpan agenda tersembunyi untuk membangkitkan Dinasti Nabhan, yang didirikan oleh leluhur Taqiyuddin, yang dulu pernah berkuasa di Oman. Bagaimana sikapnya terhadap dunia barat? Keempat, HT juga ambivalen dalam hal sikapnya terhadap demokrasi dan Barat. Sejak era HT awal di zaman Taqiyuddin di 1950an hingga kini, HT secara konsisten menolak dan mengkritik demokrasi juga Barat karena dianggap tidak Islami atau tidak kompatibel dengan doktrin dan sistem politik-pemerintahan Islam seraya menganjurkan hanya sistem Khilafah-lah yang selaras dengan Islam. Tetapi pada saat yang bersamaan, HT sangat menikmati "buahโ demokrasi sehingga mereka bisa bebas dan leluasa mengekspresikan ide, sikap, pendapat, pandangan, atau bahkan aksi-aksi sosial-politik-budaya yang tidak mungkin mereka lakukan di sebuah negara yang menganut sistem politik-pemerintahan yang tidak demokratis. Pula, hanya di negara-negara yang menganut sistem demokrasi saja, anggota HT bisa berkembang biak. Itulah sebabnya markas besar HT ada di London bukan di Baghdad, Amman, Yerusalem, Doha, atau Riyadh. Mudah-mudahan publik Indonesia sadar bahwa HT itu adalah organisasi politik yang sangat politis, dilatari oleh faktor politik tertentu dan bertujuan akhir untuk mewujudkan sistem politik tertentu, sama sekali bukan untuk mewujudkan "sistem politik Islamโ dan nilai-nilai keislaman seperti klaim mereka selama ini. Mereka hanya menjadikan Islam semata-mata sebagai alat dan sarana belaka untuk mewujudkan ambisi dan cita-cita politik Taqiyuddin yang frustasi menyaksikan kegagalan dan kekalahan "koalasi Arabโ dalam membela negerinya, Palestina, atas agresi dan aneksasi Israel. Semoga bermanfaat. Penulis Sumanto Al Qurtuby adalah anggota dewan pendiri Nusantara Kita Foundation dan Presiden Nusantara Institute. Ia juga Dosen Antropologi Budaya di King Fahd University of Petroleum and Minerals, Dhahran, Arab Saudi. Ia pernah menjadi fellow dan senior scholar di berbagai universitas seperti National University of Singapore, Kyoto University, University of Notre Dame, dan University of Oxdord. Ia memperoleh gelar doktor PhD dari Boston University, Amerika Serikat, di bidang Antropologi Budaya, khususnya Antropologi Politik dan Agama. Ia telah menulis lebih dari 20 buku, ratusan artikel ilmiah, dan ribuan esai popular, baik dalam Bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia yang terbit di berbagai media di dalam dan luar negeri. Bukunya yang berjudul Religious Violence and Conciliation in Indonesia diterbitkan oleh Routledge London & New York pada 2016. Manuskrip bukunya yang lain, berjudul Saudi Arabia and Indonesian Networks Migration, Education and Islam, akan diterbitkan oleh Tauris London & New York bekerja sama dengan Muhammad Alagil Arabia-Asia Chair, Asia Research Institute, National University of Singapore. *Setiap tulisan yang dimuat dalam DWNesia menjadi tanggung jawab penulis. *Tulis komentar Anda di kolom di bawah ini.
SAAT umat Islam mendekam rasa bagi menghadapi hari-hari sukar negara dengan pengisytiharan total lockdown, kita digamatkan dengan isu persendaan terhadap amalan solat dan baca Yasin dalam Islam serta ajaran sesat yang meletakkan Nabi Muhammad SAW adalah ini sangat menyedihkan, sekali gus menjadi tambahan satu lagi tugas dan usaha dakwah yang perlu dilakukan oleh kita semua umat Selain daripada tindakan pihak berkuasa agama bagi memelihara kesucian Islam di negara ini, saya menyeru umat Islam amnya dan para alim ulamak khasnya agar melipatganda usaha dakwah untuk mengajak umat manusia kembali kepada agama Allah SWT. Kejahilan mesti dibasmi. Rancangan dan channel di semua saluran media seperti elektronik, cetak mahupun Internet untuk membimbing serta membentuk pemikiran dan kefahaman Islam yang benar perlu dilakukan dengan lebih serius. Konsep al amru bil makruf melaksanakan tindakan sebagaimana aturan Syariah dan an nahyu anil munkar mencegah perkara yang bertentangan dengan syariah perlu diaplikasikan dalam setiap sendi dan agensi kerajaan bahkan juga rakyat bagi melahirkan sebuah negara Baldatun Toyyibah Wa Rabbun Ghafur. Perlakuan menghina dan mempersenda amalan-amalan Islam adalah tidak selayaknya keluar dari mulut seorang yang mengaku sebagai muslim atau muslimah. Bahkan turut bercanggah dengan undang-undang negara. Yayasan Dakwah Islamiah Malaysia YADIM bersedia selapang dada untuk berdiskusi dengan mereka bagi meluruskan kefahaman mengenai Islam agama suci yang kita anut bahkan ia juga adalah agama negara yang kita huni sekarang. Perlecehan terhadap agama Islam seperti yang dilakukan oleh seorang pengusaha kosmetik Ekora baru-baru ini tidak boleh dibiar berlarutan dan ada penirunya sehingga menjadi contoh pada pihak lain bahkan selayaknya diambil tindakan menerusi undang-undang agar Islam tidak lagi berani dipersenda oleh sesiapa. Begitu juga ajaran sesat yang dibawa oleh seorang pengusaha produk Si Hulk yang mendakwa Nabi Muhammad SAW adalah Tuhan. Sebahagiannya menjadikan penghinaan terhadap Islam adalah untuk menarik perhatian, menaikkan rating berita serta melariskan produk mereka. Tindakan demikian sangat tidak bermoral dan bermaruah. Malah selayaknya umat Islam memulaukan mana-mana produk yang dipromosikan melalui cara menghina Islam dan Nabi Muhammad SAW. Ingatlah firman Allah SWT โููุฐูุฑู ุงูููุฐูููู ุงุชููุฎูุฐููุง ุฏููููููู
ู ููุนูุจูุง ููููููููุง ููุบูุฑููุชูููู
ู ุงููุญูููุงุฉู ุงูุฏููููููุง ููุฐููููุฑู ุจููู ุฃูู ุชูุจูุณููู ููููุณู ุจูู
ูุง ููุณูุจูุชู ููููุณู ููููุง ู
ูู ุฏูููู ุงูููููู ููููููู ููููุง ุดููููุนู ููุฅูู ุชูุนูุฏููู ููููู ุนูุฏููู ูููุง ููุคูุฎูุฐู ู
ูููููุง ุฃูููููฐุฆููู ุงูููุฐูููู ุฃูุจูุณููููุง ุจูู
ูุง ููุณูุจููุง ููููู
ู ุดูุฑูุงุจู ู
ูููู ุญูู
ููู
ู ููุนูุฐูุงุจู ุฃููููู
ู ุจูู
ูุง ููุงูููุง ููููููุฑูููู Maksudnya Dan jauhkanlah diri dari orang yang menjadikan ugama mereka sebagai permainan dan hiburan, dan mereka pula telah diperdayakan oleh kehidupan dunia dan peringatkanlah mereka dengan Al-Quran itu supaya di akhirat kelak ia tidak terjerumus ke dalam azab neraka dengan sebab apa yang ia telah lakukan. Tidak ada baginya pelindung dan tidak juga pemberi syafaat selain dari Allah. Dan jika ia hendak menebus dirinya dengan segala jenis tebusan, nescaya tebusan itu tidak akan diterima daripadanya. Mereka itulah orang yang dijerumuskan ke dalam azab neraka dengan sebab apa yang telah mereka lakukan. Bagi mereka disediakan minuman dari air panas yang menggelegak dan azab seksa yang tidak terperi sakitnya, dengan sebab apa yang telah mereka kufurkan. Surah Al Anโam 70 NASRUDIN HASSANYang Dipertua YADIM19 Syawal 1442 31 Mei 2021 โ HARAKAHDAILY 31/5/2021
penyimpangan ajaran hizbut tahrir